Modus Baru Operator Seluler Nyopet Pelanggan

Logo operator di sudut kiri atas sudah dikaburkan
Pagi itu, ponsel Blackberry saya menerima pesan dalam bentuk URL yang dipersingkat. Pesan tersebut masuk melalui fitur pembaruan (update) perangkat lunak (software) macam-macam aplikasi untuk Blackberry. Itu pesan yang tidak biasa, karena lazimnya setiap pembaruan perangkat lunak selalu tampak nama aplikasinya, yang kemudian dapat diunduh jika pengguna memerlukan pembaruan. Misal, aplikasi Twitter for Blackberry, pastilah jelas nama berikut ikonnya, sehingga pengguna tak ragu untuk melakukan tindakan: klik atau diabaikan saja.

Tetapi, pesan yang saya terima pada Selasa pagi, 20 September 2011 tersebut tidak begitu. URL-nya dipersingkat, begini: http://zi.nu/d?tw1xl89. Pun tak ada ikon sebagaimana lazimnya, sehingga tak diketahui bahwa itu pembaruan perangkat lunak untuk aplikasi apa. Penasaran, saya pun meng-klik URL tersebut. Setelah URL terbuka sempurna, barulah diketahui bahwa itu adalah halaman sebuah web. Muncul sebuah banner kecil berbentuk JPG, yang di dalamnya terdapat tulisan: “Selamat bergabung dalam komunitas TWITTER harian SEPUASNYA. Sesaat lagi Anda akan menerima SMS untuk melanjutkan registrasi. Tarif Rp550,-/hari.”


Foto capture yang diambil dari browser Blackberry.

“Sial,” saya mengumpat dalam hati. Saya merasa tertipu, meski saya merasa tidak bersalah. Seketika, saya tutup halaman web tersebut. Tetapi, tidak lama setelah itu, masuk pesan singkat dari nomor 89887020, yang berisi: “Terima kasih utk tetap setia pd layanan XX (nama operator disamarkan, yang selanjutnya akan disebut “XX”) Twitter SMS. Pulsa Anda terpotong Rp550 utk perpanjangan XX Twitter SMS 1hr.Krm Tweet kmu ke 89887. CS:0215764122.” Saya kembali mengumpat dalam hati.

Meski begitu, saya belum merasa terlalu pusing dengan hal itu. Saya tak mengecek sisa pulsa, tetapi saya yakin pulsa saya memang telah berkurang Rp550, karena saya tahu bahwa nomor saya telah terdaftar sebagai pelanggan layanan XX Twitter SMS. Selain itu, saya berpikir, layanan tersebut hanya berlaku sehari itu saja, dan jika hari berikutnya ingin dilanjutkan, maka mesti melakukan registrasi lagi.

Saya tak pernah bermimpi mencoba menikmati layanan macam tersebut, apalagi dengan cara yang tak sopan seperti itu. Tetapi, faktanya, saya sudah terdaftar. “Ya, sudahlah,” pikir saya.

Walau pun saya telah 'membayar' (dengan cara dijebak) sejumlah rupiah, saya sama sekali tak berminat menggunakan layanan tersebut. Sebab, saya telah menggunakan layanan Blackberry 3 in 1 dengan biaya Rp125 ribu per 30 hari. Layanan tersebut lebih dari cukup untuk sekadar keperluan internetan, seperti browsing, e-mail, social media semacam Facebook atau Twitter, dan lain-lain. Karenanya, layanan XX Twitter SMS tersebut tak saya butuhkan.

Malam hari, saya kembali dipaksa mengumpat oleh operator seluler tersebut. SMS masuk dari nomor 89887000, yang berisi: “Utk melanjutkan layanan XX Twitter SMS 1 hr scr otomatis, pastikan pulsa min Rp550(sdh PPN) pd jam 24.00 hr ini. Terima kasih.” Pikir saya, “Mau ngajak berantem nih operator.”

Saya tak mengecek sisa pulsa karena saya yakin pulsa saya lebih dari cukup kalau untuk sekadar melanjutkan layanan berbiaya Rp550 per hari itu. Sayangnya, hal tersebut sudah cukup mengganggu. Nilai biayanya memang hanya Rp550. Namun, jika saya tak memerlukan layanan itu, dan saya tetap harus membayar setiap hari, tentu bukan kabar gembira buat saya.

Keesokan pagi, pukul 09.43 WIB, saya kembali menerima SMS dari nomor 89887020. Isinya serupa SMS ketika saya pertama kali menerima SMS dari nomor tersebut, yakni “Terima kasih utk tetap setia pd layanan XX Twitter SMS. Pulsa Anda terpotong Rp550 utk perpanjangan XX Twitter SMS 1hr.Krm Tweet kmu ke 89887. CS:0215764122.” Saya tak lagi mampu mengumpat. Rasa kesal sepertinya telah sampai di ubun-ubun.

Celakanya, tak ada satu pun kalimat dalam SMS tersebut yang memberikan penjelasan tentang cara-cara jika pelanggan ingin berhenti berlangganan layanan tersebut. Hanya satu yang bisa saya lakukan: mencari tahu bagaimana cara untuk berhenti berlangganan. Mulanya saya hendak mencari tahu hal tersebut di situs resmi si operator. Tapi, saya tiba-tiba ingat bahwa pada SMS tersebut tertera dua huruf berikut susunan angka sebanyak sepuluh digit --yang sebelumnya saya tak paham maknanya-- yakni “CS:0215764122”. Pikir saya, mungkin itu maksudnya nomor untuk menghubungi “Customer Service”.

Agak susah untuk menghubungi nomor tersebut. Berulang kali saya panggil, tak ada jawaban. Saya memerlukan sedikitnya 15 menit hingga di ujung telepon menjawab panggilan saya. Mula-mula, kepada si penerima telepon itu, saya tanyakan perihal benarkah nomor yang saya hubungi itu adalah nomor Customer Service untuk layanan XX Twitter SMS. Dijawab, betul. Lalu, saya pastikan pula bahwa layanan tersebut memang sungguh-sungguh layanan dari operator yang bersangkutan. Dijawab, benar. Sesaat, saya merasa lega, karena usaha saya mencari tahu mulai menemui titik terang.

Tak bertele-tele, saya jelaskan pada si penerima telepon tentang hal yang saya alami, berikut saya tanyakan pula bagaimana cara berhenti berlangganan layanan tersebut. Dijawabnya, “Ketik 'unreg' spasi Twitter.” Lalu, saat saya tanya, “Dikirim ke mana?” Si penerima telepon tak langsung memberikan nomornya. “Sebentar, ya, Pak.” Saya menduga, ia sedang mencari-cari catatan nomornya. Sedikitnya, satu menit saya menunggu si penerima telepon itu bekerja hingga menemukan nomor yang ia cari. Saya merasa mulai kesal lagi, betapa petugas yang memang bertugas melayani pelanggan itu, tak benar-benar sigap. Tapi, syukurlah, nomor yang dimaksud ditemukan. Lalu, ia katakan, “Kirim ke delapan, sembilan, delapan, delapan, tujuh (89887).” Seketika saya katakan, “Oke, terima kasih.”

Sesaat setelah saya menutup telepon, saya langsung ikuti petunjuk berhenti berlangganan seperti yang diberikan petugas tersebut. Tak lama, muncul SMS balasan dari nomor 89887, yang berisi pesan: “Terima kasih, anda telah unsubscribe di layanan 89887.” Saya bersyukur telah berhasil menghentikan layanan tersebut.

Entah, berapa banyak orang yang mengalami hal serupa seperti saya. Satu yang pasti, pakai rasionalisasi apa pun, saya (dan pelanggan lain yang mengalami hal serupa, jika ada) tak dapat dipersalahkan. Dirugikan, iya. Kerugian material, pasti, meski tak banyak. Sedikitnya, saya rugi Rp3.100. Rinciannya: Rp550 dikali dua untuk dua kali biaya perpanjangan berlangganan layanan selama dua hari (Senin-Selasa, 20-21 September 2011), dan Rp2.000 untuk biaya menelepon Customer Service. Satu SMS untuk pemberitahuan dari nomor 89887000, sepertinya juga dikenakan biaya, yang dibebankan pada pelanggan, meski saya tak yakin.

Saya tak tahu berapa rupiah biaya mengirim SMS untuk menghentikan layanan tersebut. Pastilah tidak cuma-cuma. Tapi, itu sesungguhnya biaya yang tak seharusnya saya keluarkan, karena saya tak pernah melakukan registrasi menjadi pelanggan layanan tersebut. Kalau pun nomor saya sempat terdaftar sebagai pelanggannya, itu semata-mata karena telah 'dijebak' untuk berlangganan.

Taksiran sederhananya, barangkali saya telah dirugikan lebih dari Rp4.000. Angka yang tidak banyak. Tapi, sekali lagi, itu angka yang seharusnya tidak perlu ada. Operator telah memaksa pelanggan seperti saya untuk mengeluarkan biaya senilai itu, bagi sesuatu yang sama sekali tidak saya inginkan dan tidak saya perlukan.

Saya ingin menyebut tindakan ilegal yang dilakukan operator selular itu sebagai “perampokan”. Tapi, terdengar berlebihan. Akhirnya, saya putuskan untuk menyebutnya dengan istilah “pencopetan”. Namun, dalam kasus ini, pesan Bang Napi bahwa “kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan”, tidak berlaku. Operator seluler (sepertinya) tidak hanya memiliki niat jahat, tetapi sekaligus menciptakan kesempatan untuk berbuat jahat. Apa pun, tetap “Waspadalah!” Sekian.

10 Response to "Modus Baru Operator Seluler Nyopet Pelanggan"

ezradja mengatakan...

modus baru? kyknya sih modus lama berbaju baru :)

Siswanto mengatakan...

bisnis busuk itu, rip. bisnis tidak terhormat.

thom mengatakan...

XX-nya XL yah? :D

Maskukuh mengatakan...

Jebakan" seperti itu mungkin sudah ada sejak lama, lebih parahnya kalo kita unreg tidak langsung diproses saat itu juga tapi di undur" sampai beberapa hari.

Shun mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Budi mengatakan...

aku juga pernah terjebak layanan seperti itu dan betul kata atas aku, setelah unreg-pun tidak langsung diproses.

maaf salah akun tadi

Max D mengatakan...

Saya juga pernah mendapat link "Twitter for BlackBerry". Masalahnya HP saya Samsung...

Arief mengatakan...

@ezradja -> Modus baru atau lama, tetap hati2!
@Siswanto -> Busuk sekali, Mas Bro. Ada kawan yg punya data lengkap soal 'perampokan/pencopetan' macam itu, tapi dia ga berani nulis. :D
@thom -> Ga boleh sebut nama. Sensor. *Tiiiiiiiitttt Hihihi...
@Maskukuh dan Budi -> Beruntung saya langsung bisa unreg dan berhenti langganan. Niat saya, kalo sampe diundur2, mau saya obrak-abrik tuh. Hehehe..
@Max D -> Hahaha... Parah tuh operatornya.

symbian mengatakan...

aq jg kena,hadehh!

Riyadh Darius mengatakan...

Kena juga nih. Barusan berhasil off dg ketik off kirim ke 89887

Posting Komentar